Kisah Haru Guru Honorer Mengabdi 17 Tahun di Tengah Hutan Hanya Digaji Rp300 Ribu

Guru honorer yang mengajar ditengah hutan.

GAYAPOPULER – Kisah haru datang dari seorang guru honorer di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur yang mengajar di tengah hutan. Andik (33) telah mengabdi 17 tahun menjadi guru honorer, namun dia tidak pernah mengeluh tentang keadaanya tersebut.

Dilansir dari kanal Purnomo Belajar Baik, diketahui Andik sudah mengabdikan diri menjadi guru sejak lulus SMA.

Hal itu lantaran sekolah tempat mengajarnya kekurangan tenaga pengajar, sehingga ia tergerak hatinya untuk mengajar.

Namun, lokasi sekolahnya berada sangat jauh yaitu di perbatasan antara Kabupaten Lamongan dan Jombang. Medan yang harus dilewati Andik sangat berat, sehingga ia mempunyai sedikit hambatan.

Terhitung ia telah beganti sepeda motor sebanyak 10 kali karena rusak. Penghasilannya sebagai guru hononer pun hanya memperoleh Rp300 ribu sehingga tidak bisa begitu banyak membantu kehidupannya.

Meski penghasilannya bisa dibilang tak mencukupi, Andik tak banyak mengeluh. Ia tetap pergi untuk mengajar dan memberi pendidikan kepada para murid yang telah menunggunya.

Mendengar kisah haru tersebut Aipda Purnomo memberikannya bantuan sebuah motor trail modifikasi.

Untuk membenarkan kisah Andik tersebut, Aipda Purnomo banyak bertanya pada tetangga Andik. Berdasarkan pengakuan tetangganya, memang benar Andik adalah seorang guru yang sudah mengajar selama 17 tahun lamanya.

“Pak Andik sama tetangga ya baik. Udah beberapa kali rusak Pak, wong sepeda gimana toh jalan ditengah hutan, dikit-dikit ya rusak,”ujar Purnomo.

Tetangga pun sangat setuju saat Andik dikabarkan akan diberikan hadiah sepeda motor.

Selain itu, Aipda Purnomo juga memastikan bagaimana sulitnya medan perjalanan menuju sekolah. Diketahui perjalanan menuju sekolah membutuhkan jarak tempuh sekitar 11 km melewati 3 sungai.

Aipda Purnomo kemudian terjun langsung bersama Andik menggunakan motor baru tersebut. Tak disangka, belum sampai di tempat tujuan, Aipda Purnomo bersama tim tidak bisa melanjutkan dan hanya bisa melewati satu sungai saja.

Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya guru Andik bisa sampai di sekolah. Setiap hari ia harus datang ke sekolah pukul 07.00 WIB dan berangkat dari rumahnya sebelum matahari terbit.

Kisah haru ini mendapat respon positif dari warganet. Bahkan sejumlah warganet banyak berterima kasih kepada Aipda Purnomo karena telah membantu guru Andik.

Youtube Channel PURNOMO BELAJAR BAIK

Baca juga : Kondisi Dorce Gamalama Memprihatinkan Saat Dibawa ke Rumah Sakit

Sumber : okezone.com

ArifinLar
Be a good person, useful and grateful