Indonesia Kena Sanksi WADA, Gelaran Moto GP di Mandalika Terancam? Menpora RI Kasih Klarifikasi

instagram.com/agus_harianto_pictures
instagram.com/agus_harianto_pictures

GayaPopuler – Geger diberitakan bahwa Indonesia dijatuhi hukuman oleh Badan Antidoping Dunia (WADA) akibat tidak patuh pada aturan antidoping yang mereka terapkan

Hal tersebut ditakutkan mengancam gelaran balap WorldSBK Indonesia yang akan digelar pada November 2021, dan MotoGP Indonesia yang digelar Maret 2022.

Pasalnya, salah satu sanksi yang bisa dijatuhkan WADA adalah tidak diperkenankannya Indonesia menggelar event olahraga bertaraf internasional termasuk WorldSBK Indonesia dan MotoGP Indonesia nanti.

Namun, Zainudin Amali selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI mengatakan bahwa Indonesia masih punya kemungkinan menggelar WorldSBK Indonesia dan MotoGP Indonesia.

Baca Juga : Marc Marquez Sombong, Juara MotoGP AS 2021

“Masalah itu muncul kalau kita benar-benar di-ban (dihukum), ini kan belum,” ujar Zainudin Amali dalam konferensi pers virtual yang diadakan Jumat, (8/10/2021).

“Kami masih diminta klarifikasi (oleh WADA), maka kami akan berusaha untuk mengklarifikasi,” imbuhnya.

Ia mengatkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) untuk mencari akar permasalahan yang menyebabkan ancaman WADA tersebut.

Selain itu, Kemenpora juga sudah mengirimkan surat klarifikasi ke WADA meskipun sedikit terlambat karena permintaan klarifikasi ternyata sudah diterima sejak September lalu.

Ada kemungkinan event-event tersebut bisa digelar, mengingat WAD belum memutuskan kapan sanksi itu diterapkan. Namun, jika sanksi itu diterapkan dalam waktu dekat, ajang Moto GP di Indonesia itu pun terancam.

Baca Juga : Kopi Lampung dan 12 Jenis Kopi di Indonesia, Jadi Primadona Pecinta Kopi Dunia

Diberitakan sebelumnya, Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menyatakan Indonesia sebagai salah satu negara yang tidak patuh terhadap aturan Anti-Doping. Indonesia pun terancam mendapat hukuman berat seperti tak boleh mengibarkan bendera Merah Putih.

Seperti dilansir bisnis.com yang mengutip Antara, Jumat (8/10/2021), selain Indonesia, ada Korea Utara dan Thailand yang juga dianggap tidak patuh terhadap WADA. Korea Utara dan Indonesia tidak patuh karena tidak menerapkan program pengujian yang efektif.

Sementara Thailand gagal untuk sepenuhnya menerapkan kode atau standar prosedur antidoping yang ditetapkan WADA. Ketiganya pun terancam mendapat hukuman berat.

Hukuman itu antara lain perwakilan dari ketiga negara itu tidak bisa menjadi anggota dewan di komite. Selain itu, ketiga negara tersebut juga tak bisa menjadi tuan rumah kejuaraan regional, kontinental, dan dunia.

Hukuman selanjutnya adalah tidak bisa mengibarkan bendera nasional di kejuaraan regional, kontinental, dan dunia selain Olimpiade. Meski, atlet dari ketiga negara itu tetap diperbolehkan untuk bertanding di kejuaraan-kejuaraan tersebut.

Foto : Google.com

“Meskipun tenggat waktunya agak terlambat karena restrukturasi LADI, tapi kami tetap masih berkomunikasi dengan WADA,” ujar Zainudin.

“Makanya kenapa kami kasih surat hari ini karena kami masih diberi waktu untuk menyampaikan surat klarifikasi,” imbuhnya.

“Itu (larangan menggelar event internasional) adalah konsekuensi dari ketidakpatuhan, kita kan dituduh tidak patuh, dan ketidakpatuhan itu sekarang kami berikan klarifikasi,” lanjut Zainudin.

Oleh karena itu, ia pun menghimbau para pencinta balap motor di Tanah Air untuk tetap optimis.

Bahwa WorldSBK Indonesia dan MotoGP Indonesia bisa digelar sesuai rencana di Pertamina Mandalika International Street Circuit.

“Jadi jangan dibayangkan dulu kalau kita sudah pasti dihukum dan tidak boleh menyelenggarakan event atau berkompetisi dan sebagainya,” tutup Zainudin.

Baca juga : Mantab, MotoGP Indonesia 2022 Digelar 20 Maret

Sumber : Solopos | Gridoto

AleRiqwan
Jangan Bosan Saling Berpesan Dalam Kebaikan