20 Tahun Perangi Taliban Amerika Serikat Habiskan Rp 31 Ribu Triliun

Pasukan Taliban berjaga-jaga dengan menenteng Senapan Mesin M249 di dalam Kabul, Afghanistan 16 Agustus 2021. Senapan mesin otomatis yang berasal dari Amerika Serikat ini menggunakan kaliber 5,56 mm. (REUTERS/Stringer)

GAYAPOPULER – Pemerintah Amerika Serikat telah menarik pasukannya dari Afganistan pada bulan lalu usai menginvasi negara itu sejak 2001 untuk memerangi kelompok Taliban. Selama 20 tahun memerangi Taliban, Amerika telah menggelontorkan uang dalam jumlah yang amat besar.

Penelitian The Watson Institute for International and Public Affairs, seperti dikutip dari laman watson.brown.edu, menunjukkan Amerika Serikat telah menghabiskan US$ 2,26 triliun atau Rp 31,600 triliun (kurs Rp 14,000) untuk memerangi Taliban yang mencakup operasi di Afganistan dan Pakistan.

Berdasarkan rinciannya sekitar US$ 933 triliun digunakan oleh Kementerian Pertahanan, US$ 59 triliun untuk Kementerian Luar Negeri, US$ 443 triliun untuk pangkalan perang, US$ 296 triliun untuk perawatan prajurit, dan utang sebesar US$ 530 triliun.

Jumlah tersebut jika dianalogikan setara dengan membagikan sekitar Rp 116 juta/orang untuk 271 juta penduduk Indonesia.

Ongkos yang dikeluarkan Amerika untuk memerangi Taliban selama 20 tahun diperkirakan lebih besar. Pasalnya angka tersebut belum termasuk dana untuk perawatan seumur hidup bagi para veteran perang ini dan pembayaran bunga di masa depan atas uang yang dipinjam untuk mendanai perang.

Seperti diketahui Taliban dengan cepat mengambil alih Afganistan saat tentara Amerika Serikat dan pasukan asing negara lain mulai ditarik. Kondisi ini memicu kekacauan di bandara Kabul saat para diplomat, WNA dan warga negara Afganistan mencoba pergi, namun dihalangi oleh militan Taliban dengan banyaknya pos-pos pemeriksaan.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Rabu, 18 Agustus 2021, memberikan batas waktu sampai 31 Agustus 2021 kepada tentara Amerika Serikat untuk berada di Afganistan dan membantu proses evakuasi warga negara Amerika yang ada di negara itu. Namun tanggal itu bisa saja diperpanjang sampai semua warga negara Amerika Serikat keluar dari Afganistan.

GERIN RIO PRANATA

Baca juga : Taliban Berkuasa Gimana Nasib Proyek BUMN RI di Afghanistan?

Sumber : tempo.co