20 Fakta Menarik Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten

Kabupaten Pandeglang

GAYAPOPULER – Pandeglang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Banten. Ibu kotanya adalah Pandeglang. Setidaknya ada 20 fakta menarik dari Kabupaten Pandeglang. Mulai dari asal-usul terbentuknya hingga destinasi wisata yang ada di daerah ini.

Berikut 20 fakta menarik tentang Kabupaten Pandeglang yang juga mempunya sebutan lain di antaranya Kota Badak, The Sunset of Java, Kota Berkah, Kota Santri.

1. Asal-usul Kabupaten Pandeglang

Ada tiga pendapat tentang asal-usul penamaan Pandeglang, yakni dari kata Pandai Gelang, Paneglaan, dan Pani Gelang.

Pandai Gelang berarti tukang atau tempat menempa gelang. Pendapat ini terutama dikaitkan dengan legenda Si Amuk yang konon kabarnya pada zaman Kesultanan Banten, di Desa Kadupandak ada seorang tukang pandai (tukang besi) yang termasyhur pandai.

Saat itu, Sultan Banten memerintahkan pandai besi tersebut untuk membuat gelang meriam yang diberi nama si Amuk, karena di daerah lain tidak ada yang sanggup membuatnya. Karena dia berhasil membuatnya, maka daerah Kadupandak dan sekitarnya disebut orang Pandeglang.

Paneglaan artinya tempat melihat ke daerah lain dengan jelas. Hal ini seperti dikemukakan dalam sebuah buku “Pandeglang itu asal dari kata Paneglaan, tempat melihat ke mana-mana”.

Pani Gelang artinya tepung gelang. Hal itu mengacu pada jatuhnya Banten secara keseluruhan ke tangan Syarif Hidayatullah pada tahun 1527. Banten kemudian diperkuat untuk kepentingan perdagangan.

2. Masa Syarif Hidayatullah

Pada masa Syarif Hidayatullah, nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta. Sebagian wilayah Jayakarta dimasukkan ke dalam wilayah Banten. Saat itu Syarif Hidayatullah merupakan penguasa Kesultanan Cirebon

Selanjutnya, kekuasaan Cirebon diserahkan kepada anaknya bernama Pangeran Pasarean, yang wafat tahun 1552. Sedangkan Banten diserahkan pada putranya yang bernama Sultan Hasanudin, 1552-1570.

3. Masa VOC

Pada masa VOC, Banten beberapa kali berganti pemimpin. Tahun 1568 Banten memutuskan hubungan kerajaan dengan Demak.

Sultan Banten II, Maulana Yusuf (1570-1580), menggantikan Hasanuddin, yang kemudian digantikan oleh Maulana Muhammad (Ratu Banten) sebagai Sultan Banten III (1580-1596).

Pada 1596 orang-orang Belanda muncul, dan mendirikan VOC pada 1602. Pada 1618 Belanda di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen, berselisih dengan Banten.

Pada 1680, Sultan Banten ke IV, Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682) berselisih dengan Sultan Haji. Kemudian Sultan Haji meminta bantuan pada Belanda. Akibatnya, Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap dan dipenjarakan di Batavia pada 1692.

Pada masa pemerintahan Sultan Banten VI, yakni Sultan Arifin, tepatnya 1750 timbul perebutan kekuasaan. Saat itu Sultan Arifin mengangkat Ratu Bagus Buang sebagai penggantinya.

Belanda menganggap hal itu berbahaya, maka diangkatlah Pangeran Gusti sebagai penggantinya. Kenyataannya bukan mereda tetapi Kiai Tapa dan Ratu Buang mengadakan perlawanan dan pengacauan di Daerah Bogor dan Priangan.

4. Masa Keresidenan Banten

Menurut Staatsblad Nederlands Indie No. 81 Tahun 1828 Keresidenan Banten dibagi menjadi 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Utara (Kabupaten Serang), Kabupaten Selatan (Kabupaten Lebak), dan Kabupaten Barat (Kabupaten Caringin).

Kabupaten Serang dibagi atas 11 kewedanaan

  • Kewedanaan Serang dibagi dalam Kecamatan Kalodian dan Cibening
  • Kewedanaan Banten dibagi dalam Kecamatan Banten, Serang, Nejawang
  • Kewedanaan Ciruas dibagi dalam Kecamatan Cilegon, Bojonegoro
  • Kewedanaan Cilegon dibagi dalam Kecamatan Terate, Cilegon, Bojonegoro
  • Kewedanaan Tanara dibagi dalam Kecamatan Tanara dan Pontang
  • Kewedanaan Baros dibagi dalam Kecamatan Regas, Ander, Cicandi
  • Kewedanaan Kolelet dibagi dalam Kecamatan Pandeglang dan Cadasari
  • Kewedanaan Pandeglang dibagi dalam Kecamatan Pandeglang dan Cadasari
  • Kewedanaan Ciomas dibagi dalam Kecamatan Ciomas Barat dan Ciomas Utara
  • Kewedanaan Anyer tidak dibagi dalam Kecamatan-kecamatan

5. Kabupaten Pandeglang Terbentuk

Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 24 November 1887 Np. 1/c, tentang Batas Kota Serang dan Bagian Kota Pandeglang, Caringin dan Lebak Pasal 29, 31, 33, 67c dan 131 Reglement (STBL Van Nederlanch India Tahun 1925 No. 380 LN. 1924 No. 74 Pasal 1) maka ditunjuk Kewedanaan Pandeglang, Menes, Caringin dan Cibaliung.

Di Pandeglang sejak tanggal 1 April 1874 telah ada pemerintahan. Lebih jelas lagi dalam Ordonansi 1887 No. 224 tentang batas-batas wilayah Keresidenan Banten, termasuk batas-batas Kabupaten Pandeglang.

6. Kawedanan di Pandeglang

Berdasarkan Staatsblad 1874 No. 73 Ordonansi tanggal 1 Maret 1874, mulai berlaku 1 April 1874 menyebutkan pembagian daerah, di antaranya Kabupaten Pandeglang dibagi 9 distrik atau kewedanaan.

  • Kewedanaan Pandeglang
  • Kewedanaan Baros
  • Kewedanaan Ciomas
  • Kewedanaan Kolelet
  • Kewedanaan Cimanuk
  • Kewedanaan Caringin
  • Kewedanaan Panimbang
  • Kewedanaan Menes
  • Kewedanaan Cibaliung

7. Hari Jadi Pandeglang

Tahun 1925 dengan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 14 Agustus 1925 No. IX, semakin jelas Kabupaten Pandeglang telah berdiri sendiri, tidak di bawah penguasaan Keresidenan Banten.

Hari jadi Kabupaten Pandeglang kemudian diputuskan jatuh pada 1 April 1874, bertepatan dengan dipisahnya Pandeglang dari Serang oleh pemerintah Hindia Belanda.

8. Batas Wilayah

  • Kabupaten Serang di utara
  • Kabupaten Lebak di Timur
  • Samudra Indonesia di barat dan selatan

9. Cakupan Wilayah Pandeglang

  • Pulau Panaitan di sebelah barat, dipisahkan dengan Selat Panaitan
  • Sejumlah pulau-pulau kecil di Samudra Hindia, termasuk Pulau Deli dan Pulau Tinjil
  • Semenanjung Ujung Kulon yang merupakam suaka margasatwa tempat perlindungan hewan badak bercula satu
  • Sebagian besar wilayah Kabupaten Pandeglang merupakan dataran rendah dan dataran bergelombang. Kawasan selatan terdapat rangkaian pegunungan.

10. Pusat Perekonomian

Pusat perekonomian Kabupaten Pandeglang terletak di dua kota, yakni Kota Pandeglang dan Labuan.

11. Sungai yang Mengalir

Sungai yang mengalir di wilayah Kabupaten Pandeglang ada dua, yaitu Sungai Ciliman mengalir ke barat, dan Sungai Cibaliung mengalir ke selatan.

12. Daftar Bupati dari Masa ke Masa

  • R.T. Aria Tjondronegoro Djayanegara (1848-1849)
  • R.T. Aria Natadiningrat (1849-1870)
  • R.T. Pandji Gondokoesoemo I (1870-1870)
  • R.T. Soetadindingrat (1870-1888)
  • R.T. Abdul Gafoer Soerawinangoen (1888-1898)
  • R.T. Soera Adiningrat (1898-1910)
  • R.T. Mas Kanta Astrawijaya (1910-1914)
  • R.T. Adipati Hasan Kartadiningrat (1914-1927)
  • Rd. Aria Adipati Soerja Djajanegara (1927-1927)
  • Rd. Aria Adipati Wiriaatmadja (1927-1941)
  • R.T. Mr. Djoemhana Wiraatmadja (1941-1945)
  • K.H. Tb. Abdoelhalim (1945-1947)
  • Mas Soedibjadjaja (1947-1948)
  • Mas Djaja Rukmantara (1948-1949)
  • Rd. Hola Sukmadiningrat (1949-1956)
  • Rd. Moch. Noch Kartanegara (1956-1957)
  • Rd. Lamri Suriaatmadja (1957-1957)
  • Rd. Muhdas Suria Haminata (1957-1958)
  • Rd. Harun (1958-1959)
  • Muhammad Ebby (1959-1961)
  • Rd. Moch. Sjahra Sastrakusuma (1961-1964)
  • Rd. Akil Achjar Mansjur (1964-1964)
  • Rd. Syamsudin Natadisastra (1964-1968)
  • Rd. Machfud (1968-1968)
  • Karna Suwanda (1968-1980)
  • Suyaman (1980-1990)
  • Muhammad Zein BA (1990-1995)
  • Yitno (1995-2000)
  • R. Achmad Dimyati Natakusumah (2000-2005)
  • Mudjio (2005-2009)
  • Erwan Kurtubi (2009-2010)
  • Asmudji HW (November 2010-Maret 2016)
  • Aah Wahid Maulany (10 Maret 2016-23 Maret 2016)
  • Irna Narulita (23 Maret 2016-sekarang)

13. Kecamatan

Kecamatan dengan penduduk terbanyak adalah Kecamatan Labuan, disusul Kecamatan Cikeusik dan Kecamatan Panimbang. Berikut kecamatan-kecamatan di wilayah Kabupaten Pandeglang.

  1. Sumur
  2. Cimanggu
  3. Cibaliung
  4. Cibitung
  5. Cikeusik
  6. Cigeulis
  7. Panimbang
  8. Sobang
  9. Munjul
  10. Angsana
  11. Sindangresmi
  12. Picung
  13. Bojong
  14. Saketi
  15. Cisata
  16. Pagelaran
  17. Patia
  18. Sukaresmi
  19. Labuan
  20. Carita
  21. Jiput
  22. Cikedal
  23. Menes
  24. Pulosari
  25. Mandalawangi
  26. Cimanuk
  27. Cipeucang
  28. Banjar
  29. Kaduhejo
  30. Mekarjaya
  31. Pandeglang
  32. Majasari
  33. Cadasari
  34. Karang Tanjung
  35. Koroncong

14. Jumlah Sekolah

Pendidikan formal TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK.

  • SMA/sederajat sebanyak 124
  • SMK/sederajat sebanyak 96
  • SMP/sederajat sebanyak 371
  • SD/sederajat sebanyak 1.043

Total jumlah sekolah 1.634

15. Stasiun Radio

  • Radio Adhiswara FM 90.6 Mhz
  • Radio Female FM 97.9 MHz
  • Radio Angkasa FM 98.9 MHz
  • Radio Paranti FM 105.6 Mhz
  • Radio Berkah FM 97.3 Mhz
  • Radio Akarsari FM 92.20 Mhz
  • E – Radio Fm 95.9 MHz
  • Radio Krakatau FM 93.7 Mhz
  • Radio Labuan FM 93.3 Mhz
  • Radio Nadafa FM 91.0 Mhz
  • Radio Arjuna FM 100.0 Mhz
  • RIS FM 107.9 MHz

16. Event Pemilihan Kaka Teteh

Kaka dan Teteh Pandeglang adalah sebutan untuk Duta Wisata, Pemuda dan Pembangunan Kabupaten Pandeglang. Dilaksanakan pertama kali pada 2011.

Tujuan Pemilihan Kaka Teteh Pandeglang adalah mencetak generasi muda Kabupaten Pandeglang yang ideal, yakni berlandaskan iman dan takwa, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), dan mempunyai daya saing, terampil, serta memiliki pengetahuan tentang kebudayaan dan pariwisata baik nasional, Provinsi Banten, maupun Kabupaten Pandeglang.

Kaka dan Teteh Pandeglang bertugas sebagai Duta atau ikon daerah Kabupaten Pandeglang dalam membantu pemerintah daerah, membangun dan mempromosikan potensi-potensi daerah terutama dalam bidang kebudayaan dan pariwisata.

17. Pemenang Kaka Teteh Pandeglang

Tahun 2011, Kaka Pandeglang: Abda Yuafi dari Kecamatan Cisata, Teteh Pandeglang: Astri Lestari dari Kecamatan Pandeglang.

Tahun 2012, Kaka Pandeglang: Asep Budianto dari Kecamatan Koroncong, dan Teteh Pandeglang: Dhini Gharat Fannai dari Kecamatan Cisata.

Tahun 2013, Kaka Pandeglang: Hasanudin dari Kecamatan Menes, Teteh Pandeglang: Jihan Amalia dari Kecamatan Pandeglang.

Tahun 2014, Kaka Pandeglang: Ayyatulah Mudjahidin dari Kecamatan Pandeglang, Teteh Pandeglang: Saskia Lydia Kirana dari Kecamtan Majasari.

Tahun 2015, Kaka Pandeglang: Rheidya Restu Eksariyan, Teteh Pandeglang: Ira Ilva Sari.

Tahun 2016, Kaka Pandeglang, Teteh Pandeglang: Nasywa Izzata Arrifa.

Tahun 2017, Kaka Pandeglang: Rizki Ardiansyah, Teteh Pandeglang: Siti Alya Nabila.

Tahun 2018, Kaka Pandeglang: Rifki Jidan Nugraha, Teteh Pandeglang: Bellita Tri Ayu Deria.

18. Julukan Kabupaten Pandeglang

  • Kota Badak
  • The Sunset of Java
  • Kota Berkah
  • Kota Santri

19. Objek Wisata

  • Pantai Carita
  • Pantai Bama
  • Pantai Ciputih
  • Pantai Tanjung Lesung
  • Curug Gendang
  • Pemandian Cisolong
  • Pemandian Cikoromoy
  • Pemandian Citaman
  • Taman Nasional Ujung Kulon
  • Situs Salakanagara di Mandalawangi (Petilasan Pangeran Angling Darma)
  • Kramat Syech Asnawi Caringin
  • Dataran tinggi Pulosari-Hasepan-Gunung Karang
  • Alun-alun Pandeglang
  • Kramat Syech Daud Cikaduen
  • Kramat Syech Husen Carita

20. Makanan Khas

  • Otak-otak khas daerah Labuan, Pantai Carita dan sekitarnya
  • Kue Balok, makanan berbahan dasar singkong, berbentuk segi empat menyerupai dadu, kenyal, dan berwarna putih.
  • Kue Jojorong, berbahan dasar tepung beras dan gula aren.
  • Kue Pasung, bahan dasarnya sama dengan kue Jojorong. Biasanya di dalamnya ditambahkan parutan kelapa atau nangka. Bentuknya kerucut seperti corong.

Baca juga : APPBI: Pusat Perbelanjaan Berpotensi Kehilangan Rp5 Triliun per Bulan

Sumber : tagar.id

ArifinLar
Be a good person, useful and grateful